
Harga minyak dibuka dengan celah minggu ini setelah gagalnya perbincangan antara AS dan Iran. Pekan lalu, pasar AS ditutup di level $91 per barel, dan sekarang, dengan adanya celah tersebut, WTI diperdagangkan di kisaran $97.
Pergerakan tajam harga minyak mentah ini disebabkan oleh spekulasi yang kuat dari para investor serta kekhawatiran pasar bahwa cadangan minyak mentah di masa mendatang akan menurun, yang pada akhirnya dapat memicu peningkatan permintaan.
Berdasarkan grafik H4, minyak mentah berpotensi untuk melanjutkan kenaikannya dalam beberapa jam ke depan dan mencapai level psikologis $100,00. Jika prospek tetap bullish, minyak mentah dapat terus menguat dalam beberapa hari ke depan hingga menyentuh bagian atas channel tren naik di sekitar $107.
Sebaliknya, jika ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mereda, harga minyak mentah berpeluang turun menuju $93, tempat SMA 21 berada, dan kemudian ke $89. Penurunan ini berpotensi menutup celah yang terbentuk minggu ini.
Jika minyak mentah menghadapi resistance kuat di sekitar level psikologis $100 dan berkonsolidasi di bawah area tersebut, hal ini dapat menjadi peluang untuk membuka posisi short dengan mengantisipasi penurunan menuju batas bawah channel tren naik di sekitar $89.
