
Pasangan mata uang GBP/USD bergerak relatif tenang pada hari Selasa. Perlu diingat bahwa pekan lalu, dolar menunjukkan kinerja yang sangat kuat. Awalnya, pasar diliputi euforia ketika Donald Trump mengumumkan nama calon Ketua Federal Reserve yang baru. Lalu, Bank of England mengambil keputusan bernada netral untuk mempertahankan suku bunga acuannya, namun hasil pemungutan suara di Monetary Policy Committee mengecewakan para pendukung pound sterling. Kedua peristiwa ini mendorong penurunan pasangan GBP/USD, yang mencerminkan penguatan dolar. Apakah ini adil?
Menurut kami, tidak sepenuhnya adil. Seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya, BoE mengambil keputusan netral dengan mempertahankan suku bunga acuan. Namun, pasar cenderung bereaksi bukan pada kondisi aktual, melainkan pada hubungan "ekspektasi/realitas". Karena ekspektasi pasar adalah hanya dua suara "dovish" dari sembilan anggota, sementara dalam kenyataannya ada empat hal "dovish", pound pun jatuh seakan-akan dipukul telak.
Gambaran yang sangat mirip terlihat pada penunjukan Kevin Warsh. Untuk waktu yang lama, pasar meyakini bahwa Ketua Fed yang baru akan Kevin Hassett atau Christopher Waller, yang keduanya siap menurunkan suku bunga hingga nol. Namun, yang justru akan ditunjuk adalah... Kevin Warsh... seorang penentang kebijakan moneter "longgar". Para analis dengan cepat menggali banyak wawancara Warsh saat ia masih duduk di Monetary Policy Committee Fed dan menyimpulkan bahwa ia adalah seorang "hawk". Kandidat utama jabatan Ketua Fed ini sejak lama dikenal dengan retorikanya yang keras soal kebijakan moneter, menentang ekspansi neraca Fed dan mendukung suku bunga tinggi. Pasar dengan cepat menyimpulkan bahwa Warsh akan menjadi pengganti yang sepadan bagi Powell, dan bahwa Fed akan tetap independen dari Trump.
Tetapi mengapa Trump akan menunjuk sosok lain yang tidak berada di bawah kendalinya sebagai kepala Fed? Trump memerlukan boneka yang akan melaksanakan semua perintah Gedung Putih tanpa banyak tanya. Dan mudah ditebak seperti apa perintah-perintah itu nantinya. Sepanjang tahun, Trump secara terbuka menuntut agar suku bunga acuan diturunkan. Semua memuncak ketika presiden mulai menekan pejabat Monetary Policy Committee. Adriana Kugler harus meninggalkan jabatannya, dan penyelidikan pidana tengah berlangsung terhadap Lisa Cook dan Jerome Powell, yang dapat berujung pada pemecatan mereka.
Semua hal ini menunjukkan bahwa Trump menginginkan kendali atas Fed. Kami sudah menyebut pada hari yang sama ketika pencalonan Warsh diumumkan bahwa Ketua baru Fed itu akan dengan cepat mengubah pandangannya. Beberapa hari kemudian, Warsh menyatakan bahwa ia mendukung pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut. Tirai pun turun. Dengan demikian, dolar kembali menerima pukulan, dan mulai Mei nanti, Fed akan berada tanpa pemimpin, tanpa figur pemimpin spiritual yang mampu menahan tekanan Trump.
Hari ini, laporan US Non-Farm Payroll dan tingkat pengangguran akan dirilis, yang berpotensi memperburuk lagi posisi mata uang AS.

Rata-rata volatilitas pasangan GBP/USD selama 5 hari trading terakhir per 11 Februari adalah 102 pip. Untuk pasangan pound/dolar, nilai ini dianggap "rata-rata." Pada hari Rabu, 11 Februari, kami memperkirakan pergerakan dalam kisaran yang dibatasi oleh level 1,3557 dan 1,3761. Saluran atas regresi linear mengarah ke atas, yang mengindikasikan pemulihan tren. Indikator CCI telah memasuki zona overbought sebanyak enam kali dalam beberapa bulan terakhir. Indikator ini telah membentuk banyak divergensi "bullish" yang berulang kali memperingatkan para trader tentang kemungkinan dimulainya kembali tren naik.
Level Support Terdekat:
- S1 – 1,3550
- S2 – 1,3428
- S3 – 1,3306
Level Resistance Terdekat:
- R1 – 1,3672
- R2 – 1,3794
- R3 – 1,3916
Rekomendasi Trading:
Pasangan mata uang GBP/USD berada di jalur untuk melanjutkan tren naik 2025, dan prospek jangka panjangnya tetap tidak berubah. Kebijakan Trump akan terus memberikan tekanan pada perekonomian AS, sehingga kami tidak memperkirakan mata uang AS akan menguat pada 2026. Bahkan statusnya sebagai "safe haven" tidak lagi memiliki bobot yang signifikan bagi para trader. Oleh karena itu, posisi beli dengan target di 1,3916 dan lebih tinggi tetap relevan dalam jangka pendek selama harga berada di atas moving average. Jika harga berada di bawah garis moving average, posisi jual kecil dapat dipertimbangkan dengan target 1,3550 murni berdasarkan faktor teknikal (koreksi). Dari waktu ke waktu, mata uang Amerika menunjukkan fase koreksi (dalam skala global), tetapi untuk pertumbuhan tren, diperlukan faktor-faktor positif berskala global.
Penjelasan Ilustrasi:
- Saluran regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya menuju ke arah yang sama, artinya tren saat ini cukup kuat.
- Garis moving average (pengaturan 20.0, diperhalus) mendefinisikan tren jangka pendek dan arah yang sebaiknya diikuti dalam aktivitas trading saat ini.
- Level Murray merupakan level target untuk pergerakan dan koreksi.
- Level volatilitas (garis merah) menunjukkan kisaran harga yang kemungkinan akan menjadi saluran pergerakan pasangan tersebut pada hari berikutnya, berdasarkan pembacaan volatilitas saat ini.
- Masuknya indikator CCI ke area oversold (di bawah -250) atau overbought (di atas +250) mengindikasikan potensi pembalikan tren ke arah yang berlawanan.
