
Salah satu tujuan utama Donald Trump selama masa jabatan keduanya sebagai presiden adalah untuk mencapai surplus neraca perdagangan AS. Terus terang, saya tidak terlalu memahami mengapa target ini begitu penting bagi pemimpin Gedung Putih tersebut, mengingat Amerika sudah bertahun-tahun hidup dengan defisit perdagangan, defisit anggaran, dan utang nasional yang terus meningkat. Semua itu tidak menghalangi AS memiliki ekonomi terkuat di dunia, dan jika melihat ke depan, situasi di bawah Trump pun tidak membaik.
Paling baik kita mulai dari utang nasional. Setelah Trump secara sepihak mengesahkan "One Big Beautiful Bill", para ekonom langsung mengatakan bahwa kebijakan tersebut akan menambah utang Amerika sekitar $3 triliun dalam 10 tahun ke depan. Beberapa waktu berlalu, para ekonom menilai efektivitas tarif dan menyimpulkan bahwa utang nasional akan meningkat $5 triliun dalam dekade berikutnya, bukan $3 triliun. Dengan demikian, Trump sudah gagal dalam tugas pertamanya dan kecil kemungkinan akan berhasil.
Tugas kedua Trump adalah menghapus defisit anggaran. Jika kita melihat grafik yang relevan, tampak bahwa dalam 12 bulan terakhir, AS hanya tiga kali membukukan surplus anggaran. Itu pun berkat tarif yang sangat "keras". Jika melihat data tahun-tahun sebelumnya, ketika rata-rata level tarif jauh lebih rendah, anggaran Amerika juga mencatat surplus dengan frekuensi yang kurang lebih sama, yakni sekitar tiga bulan dalam setahun. Per Januari, defisit berada di angka $95 miliar, angka yang tergolong rendah, tetapi masih jauh dari surplus. Sekali lagi, saya menyimpulkan bahwa kebijakan Trump tidak membawa manfaat bagi anggaran.
Tugas ketiga adalah menghapus defisit neraca perdagangan. Secara sangat singkat, neraca perdagangan AS masih defisit. Defisitnya mungkin sedikit berkurang, tetapi nilai saat ini (sekitar $50–70 miliar per bulan) sebanding dengan periode 2016–2020. Di bawah Joe Biden, defisit neraca perdagangan memang meningkat, tetapi Trump juga tidak berhasil membuat perubahan yang signifikan. Meskipun ekspor naik sepanjang tahun lalu dan impor turun, itu masih belum cukup untuk mencapai keuntungan bersih dari perdagangan dengan negara lain. Tak diragukan, baru satu tahun berlalu di bawah kepemimpinan "presiden terbaik dalam sejarah AS", tetapi saya ingin mengingatkan bahwa Mahkamah Agung AS telah membatalkan semua tarif Trump, dan perusahaan maupun konsumen pribadi belakangan ini mulai aktif mengajukan gugatan untuk meminta pengembalian tarif yang dipungut secara ilegal. Para ekonom menghitung bahwa pemerintah AS seharusnya mengembalikan sekitar $1.300 untuk setiap rumah tangga.
Analisis Wave EUR/USD:
Berdasarkan analisis saya terhadap EUR/USD, saya menyimpulkan bahwa instrumen ini masih melanjutkan pembentukan segmen tren naik. Kebijakan Trump dan kebijakan moneter Federal Reserve tetap menjadi faktor penting yang berkontribusi pada pelemahan jangka panjang mata uang Amerika. Target untuk segmen tren saat ini dapat meluas hingga ke kisaran angka 25. Saat ini, saya menilai instrumen ini masih berada dalam kerangka wave global 5, sehingga saya memperkirakan kenaikan kuotasi hingga paruh pertama 2026. Struktur korektif a-b-c dapat berakhir kapan saja, karena sudah membentuk pola yang cukup meyakinkan. Menurut saya, saat ini disarankan untuk mencari area dan level baru untuk posisi beli dengan target di sekitar 1,2195 dan 1,2367, yang berkorespondensi dengan 161,8% dan 200,0% pada Fibonacci.
Analisis Wave GBP/USD:
Analisis wave untuk instrumen GBP/USD tampak cukup jelas. Struktur naik lima wavetelah selesai terbentuk, tetapi wave global 5 berpotensi berbentuk jauh lebih memanjang. Saya menilai bahwa pembentukan satu set wave korektif akan segera berakhir, setelah itu tren naik akan berlanjut. Oleh karena itu, saat ini saya dapat merekomendasikan untuk mulai mencari peluang beli baru dengan target di atas angka 39. Menurut pendapat saya, di bawah Trump, pound Inggris memiliki peluang yang cukup baik untuk menguat ke kisaran $1,45–$1,50.
Prinsip Utama Analisis Saya:
- Struktur wave harus sederhana dan jelas. Struktur yang kompleks sulit diperdagangkan, karena sering kali membawa banyak perubahan.
- Jika tidak yakin dengan apa yang sedang terjadi di pasar, lebih baik jangan masuk.
- Tidak pernah ada kepastian 100% mengenai arah pergerakan, dan tidak akan pernah ada. Jangan lupa memasang order Stop Loss sebagai pelindung.
- Analisis wave dapat dikombinasikan dengan jenis analisis dan strategi trading lainnya.


