Tinjauan Transaksi dan Saran Trading untuk Yen Jepang
Pengujian level 155,76 terjadi ketika indikator MACD baru mulai bergerak naik dari garis nol, mengonfirmasi titik masuk yang tepat untuk membeli dolar. Akibatnya, pasangan ini naik sebesar 50 poin.
Pada paruh kedua hari ini, gelombang pidato dari para tokoh kunci U.S. Federal Reserve dijadwalkan berlangsung, yang sudah pasti akan menarik minat tinggi dari pelaku pasar keuangan. Di antara para pembicara terdapat Thomas Barkin, Jeffrey Schmid, dan Alberto Musalem. Perhatian khusus akan tertuju pada setiap pernyataan mengenai inflasi dan pasar tenaga kerja. Tekanan harga merupakan salah satu faktor kunci dalam proses pengambilan keputusan The Fed, dan setiap penyimpangan dari perkiraan dapat memperkuat atau melemahkan ekspektasi terhadap langkah regulator berikutnya.
Selain itu, penting untuk diingat bahwa tekanan utama terhadap yen saat ini berasal dari tindakan pemerintah dan perombakan di jajaran dewan gubernur Bank of Japan. Penunjukan pejabat yang lebih mendukung kebijakan dovish oleh perdana menteri ke posisi-posisi baru akan secara tak terelakkan memperburuk prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut, yang saat ini tercermin dalam pelemahan aktif yen Jepang — sebuah tren yang kemungkinan akan terus berlanjut dalam jangka pendek.
Untuk strategi intraday, saya terutama akan mengandalkan penerapan Skenario No. 1 dan No. 2.

Sinyal Beli
Skenario No. 1: Hari ini, saya berencana membeli USD/JPY ketika harga mencapai titik masuk di sekitar 156,87 (garis hijau pada grafik), dengan target di 157,35 (garis tebal hijau pada grafik). Di sekitar 157,35, saya akan menutup posisi beli dan membuka posisi jual ke arah sebaliknya (menargetkan pergerakan 30–35 poin berlawanan arah dari level tersebut). Pasangan ini berpotensi menguat hari ini menyusul nada hawkish dari Federal Reserve. Penting! Sebelum membeli, pastikan indikator MACD berada di atas level nol dan baru mulai naik dari level tersebut.
Skenario No. 2: Saya juga berencana membeli USD/JPY hari ini jika level 156,55 diuji dua kali berturut-turut sementara indikator MACD berada di area oversold. Hal ini akan membatasi potensi penurunan dan memicu reversal naik. Kenaikan menuju level berlawanan di 156,87 dan 157,35 dapat diantisipasi.
Sinyal Jual
Skenario No. 1: Hari ini, saya berencana menjual USD/JPY setelah terbentuk breakout ke bawah level 156,55 (garis merah pada grafik), yang dapat memicu penurunan cepat pada pasangan ini. Target utama penjual akan berada di 156,15, tempat saya akan menutup posisi jual dan segera membuka posisi beli ke arah sebaliknya (menargetkan pergerakan 20–25 poin berlawanan arah dari level tersebut). Tekanan pada pasangan ini akan kembali muncul jika rilis data ekonomi lemah. Penting! Sebelum menjual, pastikan indikator MACD berada di bawah level nol dan baru mulai turun dari level tersebut.
Skenario No. 2: Saya juga berencana menjual USD/JPY hari ini jika level 156,87 diuji dua kali berturut-turut sementara indikator MACD berada di area overbought. Hal ini akan membatasi potensi kenaikan dan memicu reversal turun. Penurunan menuju level berlawanan di 156,55 dan 156,15 dapat diantisipasi.

Penjelasan Grafik
- Garis tipis hijau – level masuk tempat instrumen trading dapat dibeli;
- Garis tebal hijau – level perkiraan untuk memasang order Take Profit atau mengunci profit secara manual, karena kenaikan kecil kemungkinannya berlanjut ke atas level ini;
- Garis tipis merah – level masuk tempat instrumen trading dapat dijual;
- Garis tebal merah – level perkiraan untuk memasang order Take Profit atau mengunci profit secara manual, karena penurunan kecil kemungkinannya berlanjut ke bawah level ini;
- Indikator MACD – saat masuk pasar, penting untuk memperhatikan area overbought dan oversold.
Catatan
Trader forex pemula harus sangat berhati-hati ketika mengambil keputusan untuk masuk pasar. Menjelang rilis laporan fundamental penting, sebaiknya tetap di luar pasar untuk menghindari fluktuasi harga yang tajam. Jika Anda memutuskan untuk trading saat rilis berita, selalu pasang order stop-loss untuk meminimalkan kerugian. Tanpa order stop-loss, Anda dapat dengan sangat cepat kehilangan seluruh deposit, terutama jika Anda tidak menerapkan manajemen modal yang tepat dan melakukan trading dengan volume besar.
Dan ingat, trading yang sukses memerlukan rencana trading yang jelas, seperti yang disajikan di atas. Keputusan trading spontan yang hanya didasarkan pada situasi pasar saat ini pada dasarnya adalah strategi yang merugikan bagi trader intraday.
