Ketika sudah terbiasa dengan kelimpahan, kita menjadi lebih selektif. Dari 2023 hingga 2025, para investor membeli hampir semua yang berhubungan dengan artificial intelligence. Namun, pada 2026, fokus mereka beralih ke upaya mengidentifikasi pemenang dan pecundang, meskipun posisi ini sering berganti. Akibatnya, pergerakan S&P 500 menjadi naik-turun tajam bak roller coaster. Rebound selama dua hari terakhir pada dasarnya merupakan pergeseran, menjadikan saham-saham yang kemarin tertinggal sebagai pemimpin baru hari ini. Prospek laba yang kuat dari NVIDIA juga turut mendorong reli tersebut.
Kinerja indeks saham AS

Di antara para juara terdapat IBM, Oracle, dan State Street fund, yang semuanya fokus pada industri perangkat lunak. Saham-saham tersebut sebelumnya mengalami penjualan besar-besaran karena kekhawatiran akan efek negatif dari AI.
Walaupun ada penyesuaian, para pelaku pasar yang skeptis terhadap SandP 500 masih berharap akan adanya pembalikan tren, sambil memegang setidaknya tiga argumen penting. Pertama, hasil dari AI yang relatif rendah jika dibandingkan dengan besarnya investasi yang dikeluarkan oleh perusahaan teknologi. Kedua, kegembiraan berlebihan dari para investor yang membeli tanpa pertimbangan, yang diprediksi akan segera memudar. Terakhir, kemungkinan risiko ekonomi dan bisnis yang ditimbulkan oleh kehadiran AI.
Laporan pendapatan NVIDIA juga berkontribusi mendorong para pelaku bearish di SandP 500 untuk kembali menghindar. Penjualan di kuartal keempat mencapai $68,1 miliar, dengan pendapatan dari pusat data meningkat 75%, dan laba bersih naik 94% dibandingkan kuartal sebelumnya. Mengingat bahwa raksasa teknologi ini memberikan kontribusi 8% terhadap indeks utama, tidak heran jika harapan positif mendorong seluruh pasar saham. Namun, hanya lima dari sebelas sektor yang berakhir di zona positif.
Reaksi saham NVIDIA terhadap laporan pendapatan

Sebagian besar kabar baik dari NVIDIA sudah tercermin dalam harga S&P 500. Karena laporan laba dirilis setelah pasar tutup pada 25 Februari, indeks tersebut berisiko membuka perdagangan dengan gap naik lagi, yang kemudian bisa tertutup kembali karena prinsip "buy the rumor, sell the fact".
Penting untuk dicatat bahwa minat yang kembali meningkat pada saham teknologi terjadi dengan mengorbankan saham berkapitalisasi kecil, yang sebelumnya berkinerja sangat baik di penghujung tahun lalu. Indeks Russell 2000 sangat sensitif terhadap kondisi perekonomian AS, sehingga perlambatan PDB menjadi 1,4% pada kuartal keempat dan turunnya probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed di bulan Juni ke 46% memberi tekanan pada indeks tersebut.

Rotasi sektor internal di AS mungkin akan berbalik arah, begitu pula arus modal yang sebelumnya bergerak dari Amerika Serikat ke Eropa. Menurut para ahli Bloomberg, indeks saham Eropa kemungkinan besar telah mencapai batas atasnya.
Secara teknikal, grafik S&P 500 menunjukkan terjadinya bullish crossover pada moving averages, dengan harga yang terkonsolidasi di atas level pivot kunci, yang menandakan dominasi pihak bull. Selama harga bertahan di atas level 6.910, masuk akal untuk tetap mempertahankan strategi beli.
