Pasangan EUR/USD terus menguat didukung oleh ekspektasi tercapainya gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat serta penghentian konflik di Timur Tengah. Secara objektif, kondisi geopolitik saat ini sebenarnya bisa dengan mudah memicu tekanan bearish baru, namun kombinasi berbagai faktor akhirnya memberi dukungan bagi pelaku pasar yang berpihak pada bullish dan bagi euro.
Pekan lalu, terlihat respons harga dari bullish imbalance 12, yang menandai awal dari reli bullish tersebut. Tentu saja, jika perkembangan geopolitik tidak berbalik melawan kubu bearish, pergerakan bullish ini mungkin tidak akan terwujud. Meski demikian, pola pergerakan harga tidak bisa dianggap tidak berarti. Para trader mendapat kesempatan untuk membuka posisi long, yang kini menunjukkan keuntungan yang signifikan.

Selama akhir pekan, latar belakang geopolitik berubah secara tajam, tetapi para trader tampaknya sebagian besar mengabaikannya—atau menafsirkannya secara berbeda. Namun, yang penting adalah terbentuknya sinyal beli yang valid, sehingga para trader dapat membuka posisi yang kini sangat menguntungkan. Saya harus mengakui, saya meragukan bahwa bull akan mampu terus mendorong pasar minggu ini, tetapi hasilnya ternyata positif.
Seluruh kekuatan dolar AS selama satu setengah hingga dua bulan terakhir sepenuhnya didorong oleh faktor geopolitik. Begitu Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu, bear dengan cepat mundur dan bull maju dengan kuat. Saat ini, gencatan senjata tersebut masih rapuh namun tetap bertahan meskipun perundingan di Islamabad gagal.
Saya telah berulang kali menyatakan bahwa saya tidak percaya tren bullish telah berakhir, bahkan setelah terjadinya penembusan ke bawah level-level rendah penting yang membentuk tren. Pergerakan selama dua bulan terakhir dapat saja berubah menjadi tren bearish jika situasi geopolitik kembali memburuk—tetapi seberapa jauh kondisi masih bisa memburuk? Sebagian besar skenario terburuk sudah terjadi. Pasar sering kali lebih dulu memasukkan (pricing in) skenario paling pesimistis. Karena itu, bukan tidak mungkin para trader sudah sepenuhnya mem‑price in konflik di Timur Tengah.
Gambaran teknikal kini menjadi lebih jelas: harga tidak bereaksi terhadap imbalance 11 dan gagal melanjutkan penurunan, tanpa terbentuk sinyal jual; kemudian harga merespons imbalance 12, yang menghasilkan sinyal bullish di dalam tren naik yang berlaku; selain itu, imbalance bullish baru (13) telah terbentuk, yang berfungsi sekaligus sebagai zona potensial beli dan level support bagi euro.
Kenaikan bullish begitu kuat sehingga euro sejauh ini belum terkoreksi turun kembali ke area imbalance 13, meskipun hal itu masih mungkin terjadi di kemudian hari.
Latar belakang berita pada hari Selasa tergolong lemah, hampir tanpa rilis data ekonomi. Namun, Donald Trump telah mulai memblokir tanker Iran di Selat Hormuz, mencegah mereka mengirimkan minyak ke para pembeli. Harga minyak kembali diperdagangkan di dekat $100 per barel—dan cukup beruntung masih sekitar $100. Itu pun harga futures; pembelian di pasar spot bisa saja sudah mencapai setidaknya $150.
Bull masih memiliki banyak alasan untuk tetap aktif, dan bahkan pecahnya konflik di Timur Tengah pun belum menguranginya. Secara struktural dan global, kebijakan Trump—yang tahun lalu berkontribusi pada pelemahan tajam dolar—belum berubah.
Dalam jangka pendek, dolar AS masih mungkin menguat karena sentimen risk aversion, tetapi faktor ini tidak dapat menjadi penopang yang bertahan lama. Diperlukan eskalasi berkelanjutan di Timur Tengah, yang kemungkinannya kecil. Tidak ada pendorong kuat lain yang menyokong dolar. Saya tetap tidak percaya pada tren bearish berkepanjangan untuk EUR/USD. Dolar memang menerima dukungan sementara, tetapi apa yang akan menopang bear dalam jangka panjang?
Kalender ekonomi untuk AS dan Zona Euro:
- Zona Euro – Industrial Production (09:00 UTC)
- Zona Euro – Pidato Presiden ECB Christine Lagarde (19:30 UTC)
Pada 15 April, kalender ekonomi hanya memuat dua agenda yang tidak terlalu signifikan. Dampak arus berita terhadap sentimen pasar pada hari Rabu diperkirakan akan minimal atau bahkan tidak terasa.
Perkiraan dan Saran Trading EUR/USD:
Menurut saya, pasangan ini masih berada dalam proses pembentukan tren bullish. Latar belakang berita memang berubah tajam dua bulan lalu, tetapi tren itu sendiri belum dapat dianggap dibatalkan atau selesai. Dalam waktu dekat, bull masih berpeluang melanjutkan kenaikan, selama isu geopolitik tidak sepenuhnya mendominasi perhatian pasar.
Para trader sempat memiliki peluang untuk membuka posisi long berdasarkan sinyal dari imbalance 12 dengan target di sekitar 1,1670. Target tersebut sudah tercapai, dan pergerakan naik masih dapat berlanjut menuju level tertinggi tahun ini. Imbalance baru (13) juga telah terbentuk dan berpotensi kembali menghasilkan sinyal bullish.
Untuk mendukung kenaikan euro yang berkelanjutan tanpa gangguan, konflik di Timur Tengah perlu bergerak menuju perdamaian yang stabil—sesuatu yang saat ini belum terlihat. Namun, bear juga belum mendapatkan alasan baru untuk melakukan serangan. Dalam waktu dekat, saya akan lebih bertumpu pada analisis teknikal.
