logo

FX.co ★ Gambaran Umum EUR/USD. 20 Agustus. The Fed Tidak Berencana Mengetatkan Kebijakan Moneter

Gambaran Umum EUR/USD. 20 Agustus. The Fed Tidak Berencana Mengetatkan Kebijakan Moneter

Gambaran Umum EUR/USD. 20 Agustus. The Fed Tidak Berencana Mengetatkan Kebijakan Moneter

Pasangan mata uang EUR/USD melanjutkan pergerakan naiknya pada hari Rabu, sebagaimana diperkirakan. Mata uang Eropa mulai menguat sejak pagi hari, sehingga tidak bisa dikatakan bahwa kenaikan euro dipicu oleh pidato Christine Lagarde atau risalah pertemuan FOMC terakhir. Kedua peristiwa tersebut sama sekali tidak saling berkaitan. Lalu mengapa mata uang Eropa kembali terapresiasi? Jawabannya sudah terlihat pada paruh pertama 2026, ketika dolar tengah aktif menguat. Berulang kali kami menyatakan bahwa jika bukan karena faktor geopolitik, tidak akan ada yang melihat penguatan dolar AS. Tahun ini dimulai dengan pasangan EUR/USD mencetak level tertinggi empat tahun, dan seandainya bukan karena perang Donald Trump dengan Iran, mata uang Eropa kemungkinan sudah mantap berada di atas level 20.

Alih-alih demikian, yang terjadi justru penurunan ke area 14, yang berlangsung dalam beberapa tahap. Namun semakin jauh euro turun dan dolar naik, ekspektasi bullish kami justru semakin kuat. Ingat pepatah lama: beli saat murah, jual saat mahal. Kaidah ini bekerja dengan sangat baik pada 2026. Semua trader yang memahami bahwa satu-satunya penopang dolar hanyalah faktor geopolitik dengan sabar menunggu mata uang Eropa turun mendekati batas bawah saluran sideway pada kerangka waktu harian atau mingguan. Kini, mata uang Eropa telah menguat selama tiga minggu berturut-turut, dan muncul pertanyaan yang harus dijawab: mengapa euro naik tiga minggu berturut-turut, padahal sebelumnya cenderung melemah?

Karena dolar telah menghabiskan seluruh faktor pendukung penguatannya, yang sejak awal memang tidak banyak. Dorongan terakhir bagi dolar terjadi setelah Kevin Warsh memimpin rapat FOMC pertama kalinya, ketika pasar entah bagaimana mengasumsikan bahwa pengetatan kebijakan moneter menjelang akhir tahun sudah pasti akan dilakukan. Saat itu kami sudah memperingatkan bahwa Warsh diangkat oleh Trump bukan untuk mengetatkan kebijakan, melainkan untuk melonggarkannya. Akibatnya, kini pertemuan ketiga di bawah kepemimpinan Warsh sudah semakin dekat, dan praktis tidak ada pelaku pasar yang benar-benar mengharapkan kenaikan suku bunga.

Perang yang dilancarkan Trump telah "menghantam" bukan hanya inflasi, tetapi juga pertumbuhan ekonomi dan pasar tenaga kerja. Kini Warsh dan rekan-rekannya memiliki "alibi kuat". Suku bunga tidak bisa dinaikkan karena pasar tenaga kerja berpotensi menyusut lebih jauh, dan perekonomian AS akan semakin melambat. Inflasi memang tinggi, tetapi telah melambat dalam dua bulan terakhir, dan Iran sebentar lagi akan menghadapi keruntuhan ekonomi. Perang akan berakhir, dan Selat Hormuz sudah "terbuka dan aman," seperti yang diklaim presiden. Kami masih berpendapat bahwa Federal Reserve tidak akan melakukan pengetatan kebijakan moneter hingga akhir tahun. Dengan kesimpulan ini, mata uang Eropa memperoleh tambahan faktor pendorong kenaikan, karena European Central Bank berpotensi menaikkan suku bunga acuan untuk kedua kalinya musim gugur ini. Meski tren turun masih terlihat pada time frame harian, pada time frame mingguan tampak jelas bahwa seluruh pergerakan selama setahun terakhir hanyalah koreksi yang relatif lemah, yang sebagian besarnya tidak akan terjadi jika Trump tidak memulai perang di Timur Tengah dan jika para investor tidak merasa perlu untuk segera mengamankan aset mereka melalui dolar yang dianggap "aman".

Gambaran Umum EUR/USD. 20 Agustus. The Fed Tidak Berencana Mengetatkan Kebijakan Moneter

Rata-rata volatilitas pasangan mata uang EUR/USD selama lima hari trading terakhir per 20 Agustus adalah 55 pip, yang dikategorikan sebagai "rata-rata". Kami memperkirakan pasangan ini akan bergerak di kisaran 1,1616 hingga 1,1726 pada hari Kamis. Saluran regresi linear bagian atas miring ke bawah, yang mengindikasikan berlanjutnya tren turun; namun, tren sebenarnya sudah berubah. Indikator CCI kembali memasuki area overbought, sehingga memberikan peringatan kemungkinan terjadinya koreksi turun.

Level Support Terdekat:

  • S1 – 1,1658
  • S2 – 1,1597
  • S3 – 1,1536

Level Resistance Terdekat:

  • R1 – 1,1719
  • R2 – 1,1780
  • R3 – 1,1841

Rekomendasi Trading:

Pasangan EUR/USD masih berada dalam tren naik pada kerangka waktu 4 jam, yang mengindikasikan dimulainya fase baru dari tren naik global pada time frame yang lebih tinggi. Latar belakang fundamental global untuk dolar tetap negatif, tetapi pada 2026, baik faktor geopolitik maupun sikap hawkish The Fed telah memberikan dukungan kuat bagi mata uang AS. Namun, saat ini faktor-faktor tersebut tidak lagi menopang dolar. Jika harga berada di bawah rata-rata pergerakan, posisi jual dapat dipertimbangkan dengan target di 1,1536 dan 1,1475. Posisi beli relevan selama harga berada di atas garis rata-rata pergerakan dengan target di 1,1719 dan 1,1736.

Penjelasan Ilustrasi:

  • Saluran regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya menuju ke satu arah yang sama, tren tersebut sedang kuat;
  • Garis ata-rata pergerakan (pengaturan 20,0, diperhalus) mendefinisikan tren jangka pendek dan arah utama yang sebaiknya diikuti dalam aktivitas trading saat ini;
  • Level Murray adalah level target untuk pergerakan dan koreksi harga;
  • Level volatilitas (garis merah) menunjukkan kisaran harga yang kemungkinan akan menjadi saluran pergerakan pasangan ini untuk hari berikutnya berdasarkan angka volatilitas saat ini;
  • Indikator CCI yang memasuki area oversold(di bawah -250) atau overbought (di atas +250) mengindikasikan bahwa pembalikan tren ke arah berlawanan kemungkinan sudah mendekat.
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading