logo

FX.co ★ Strategi Intraday untuk Trader Pemula pada 20 Agustus

Strategi Intraday untuk Trader Pemula pada 20 Agustus

Kemarin, dolar AS anjlok terhadap semua aset berisiko, bahkan melemah terhadap yen Jepang.

Meskipun risalah rapat FOMC bulan Juli bernada lebih hawkish dibanding keputusan resminya, dolar tetap melemah signifikan, terutama karena keputusan Departemen Keuangan AS untuk meningkatkan volume pembelian kembali obligasi. Risalah tersebut menyiratkan nada hawkish karena suku bunga dipertahankan di kisaran 3,50%–3,75% untuk kelima kalinya berturut-turut, tetapi pemungutan suara berlangsung dengan hasil sembilan banding tiga, dengan keinginan Harker, Kashkari, dan Logan untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Ini pertama kalinya sejak September 2016 tiga peserta berbeda pandangan dengan mayoritas ke satu arah, menyoroti perpecahan di dalam bank sentral.

Namun, pasar tidak berfokus pada retorika Federal Reserve, melainkan pada langkah Departemen Keuangan AS. Peningkatan buyback obligasi mendorong naik permintaan terhadap surat utang dan menambah likuiditas, yang menekan imbal hasil dan melemahkan dolar; faktor ini mengimbangi pesan hawkish dari risalah tersebut. Ini alasan mata uang AS melemah meskipun ada argumen untuk pengetatan kebijakan. Bagi euro dan pound, kondisi ini menjadi faktor pendukung. Pelemahan dolar memungkinkan kedua mata uang Eropa tersebut menguat, dan EUR/USD serta GBP/USD naik, mencerminkan turunnya permintaan terhadap dolar AS. Namun, kelanjutan penguatan ini masih dipertanyakan karena sikap hawkish The Fed masih berlaku, dan jika fokus pasar kembali bergeser ke prospek kenaikan suku bunga, dolar mungkin merebut kembali posisi yang hilang.

Hari ini, fokus untuk euro akan tertuju pada Indeks Harga Produsen Jerman dan laporan bulanan Bundesbank. Indeks Harga Produsen mencerminkan dinamika harga produsen dan berfungsi sebagai sinyal awal inflasi karena kenaikan biaya usaha pada akhirnya diteruskan ke harga konsumen. Sementara itu, laporan Bundesbank memberikan penilaian bank sentral Jerman terhadap kondisi saat ini dan prospek ekonomi, yang digunakan pasar untuk mengukur sentimen terhadap kebijakan ECB.

Bagi euro, data ini sangat relevan, terutama mengingat percepatan inflasi di Zona Euro baru-baru ini, yang sebagian besar didorong oleh kenaikan harga energi. Kenaikan harga produsen yang disertai dengan proyeksi optimistis dari bank sentral dapat memicu gelombang penguatan baru euro terhadap dolar karena hal itu memperkuat ekspektasi sikap yang lebih hawkish dari Bank Sentral Eropa. Sebaliknya, angka yang lemah akan meredam sentimen tersebut, sehingga pasangan EUR/USD terutama akan bereaksi terhadap konfimasi data tersebut atas tekanan inflasi yang persisten.

Untuk pound, agenda hari ini terbatas pada laporan neraca pesanan industri dari Konfederasi Industri Inggris. Indikator ini didasarkan pada survei perusahaan manufaktur, yang mencerminkan selisih antara peningkatan dan penurunan jumlah pesanan, sehingga menjadi indikator awal kondisi sektor industri. Namun, indikator ini jauh kurang penting dibanding laporan inflasi, pasar tenaga kerja, atau PDB, yang benar-benar menentukan ekspektasi terhadap suku bunga Bank of England, sehingga kami tidak memperkirakan reaksi kuat dari mata uang Inggris.

Hanya penyimpangan signifikan di bawah prediksi para ekonom yang berpotensi menekan pasangan GBP/USD. Jika data pesanan mengecewakan, hal itu akan meruntuhkan keyakinan terhadap ketahanan sektor industri dan membebani pound. Pada saat yang sama, hasil yang sejalan dengan ekspektasi kemungkinan besar akan berlalu hampir tanpa disadari pasar.

Jika data sejalan dengan prediksi para ekonom, lebih baik bertindak berdasarkan strategi Mean Reversion. Jika data jauh di atas atau di bawah ekspektasi para ekonom, strategi yang paling tepat adalah Momentum.

Strategi Momentum (Breakout):

Untuk EUR/USD

  • Beli saat breakout di 1,1684, yang dapat mendorong kenaikan euro ke sekitar 1,1701 dan 1,1721.
  • Jual saat breakout di 1,1659, yang dapat mendorong penurunan euro ke sekitar 1,1638 dan 1,1613.

Untuk GBP/USD

  • Beli saat breakout di 1,3628, yang dapat mendorong kenaikan pound ke sekitar 1,3649 dan 1,3675.
  • Jual saat breakout di 1,3589, yang dapat mendorong penurunan pound ke sekitar 1,3569 dan 1,3546.

Untuk USD/JPY

  • Beli saat breakout di 158,57, yang dapat mendorong kenaikan dolar ke sekitar 158,83 dan 159,13.
  • Jual saat breakout di 158,28, yang dapat memicu penurunan dolar hingga sekitar 157,93 dan 157,69.

Strategi Mean Reversion (Return):

Strategi Intraday untuk Trader Pemula pada 20 Agustus

Untuk EUR/USD

  • Cari posisi jual setelah false breakout di atas 1,1691, lalu harga kembali turun di bawah level ini.
  • Cari posisi beli setelah false breakout di bawah 1,1661, lalu harga kembali naik ke level ini.
Strategi Intraday untuk Trader Pemula pada 20 Agustus

Untuk GBP/USD

  • Cari peluang jual setelah false breakout di atas 1,3620, kemudian harga kembali turun di bawah level ini.
  • Cari peluang beli setelah false breakout di bawah 1,3594, kemudian harga kembali naik ke level ini.
Strategi Intraday untuk Trader Pemula pada 20 Agustus

Untuk AUD/USD

  • Cari peluang short setelah false breakout di atas 0,7128, lalu harga kembali turun di bawah level ini.
  • Cari peluang long setelah false breakout di bawah 0,7109, lalu harga kembali naik ke level ini.
Strategi Intraday untuk Trader Pemula pada 20 Agustus

Untuk USD/CAD

  • Cari peluang short setelah false breakout di atas 1,3812, lalu harga kembali turun di bawah level ini.
  • Cari peluang long setelah false breakout di bawah 1,3781, lalu harga kembali naik ke level ini.
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka artikel penulis ini Buka akun trading