Indeks Nikkei 225 turun sebesar 1,4%, jatuh di bawah angka 53.100, sementara Indeks Topix yang lebih luas menurun sebesar 1,8% menjadi 3.565 pada hari Senin. Penurunan ini melanjutkan kerugian dari minggu sebelumnya karena yen menguat di tengah kekhawatiran tentang kemungkinan intervensi bersama oleh Tokyo dan Washington untuk mendukung mata uang tersebut. Pergeseran mata uang ini dipicu oleh laporan bahwa Federal Reserve New York telah menilai level dolar/yen dengan para dealer pada hari Jumat, ditambah dengan pernyataan dari Perdana Menteri Sanae Takaichi pada hari Minggu yang menunjukkan bahwa pemerintahannya akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengatasi pergerakan pasar spekulatif. Yen yang lebih kuat berdampak negatif pada prospek pendapatan untuk industri Jepang yang berorientasi ekspor dan meningkatkan biaya aset Jepang bagi investor asing. Saham-saham yang berfokus pada ekspor berada di garis depan penurunan, dengan Toyota Motor turun sebesar 3,9%, Sony Group turun 2,2%, dan Fast Retailing turun 1,8%. Sektor keuangan dan teknologi juga terdampak, dengan Sumitomo Mitsui turun sebesar 2,4% dan SoftBank Group turun 4,2%.
FX.co ★ Saham Jepang Turun Seiring Penguatan Yen
Saham Jepang Turun Seiring Penguatan Yen
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading