Pada November 2025, indeks ekonomi koinciden Jepang—ukuran penting yang mencerminkan output pabrik, ketenagakerjaan, dan penjualan ritel—tercatat pada angka 114,9. Angka ini menunjukkan sedikit penurunan dari perkiraan awal sebesar 115,2 dan level Oktober sebesar 115,9. Meskipun lebih rendah dari yang diharapkan, indeks ini masih menunjukkan pemulihan ekonomi yang moderat, didorong oleh perbaikan dalam ketenagakerjaan dan pendapatan rumah tangga. Namun demikian, prospek ekonomi menghadapi risiko yang meningkat, terutama karena ketidakpastian terkait potensi perubahan dalam kebijakan perdagangan AS. Selain itu, tekanan biaya yang terus berlanjut terus memberikan dampak negatif pada konsumsi pribadi.
Dari perspektif moneter, Bank of Japan mempertahankan suku bunga kebijakan jangka pendeknya pada level yang sama di bulan Oktober, menjaga biaya pinjaman pada puncaknya sejak 2008 dan memperpanjang jeda setelah kenaikan suku bunga di bulan Januari. Namun, bank sentral mengindikasikan kesiapannya untuk mempertimbangkan pengetatan lebih lanjut secara bertahap, tergantung pada penguatan aktivitas ekonomi dan inflasi yang berkelanjutan.