Pada hari Senin, rupiah Indonesia melanjutkan tren penguatannya untuk sesi keempat berturut-turut, diperdagangkan mendekati IDR 16.770 per dolar. Hal ini terjadi ketika indeks dolar AS jatuh ke level terendah dalam empat bulan. Pelemahan dolar AS disebabkan oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan perdagangan, ditambah dengan spekulasi bahwa Presiden Trump mungkin akan menggantikan Ketua Federal Reserve Powell dengan penerus yang lebih menyukai kebijakan moneter yang lebih longgar. Spekulasi ini telah memicu ekspektasi untuk sikap moneter AS yang lebih akomodatif. Di dalam negeri, sentimen di Indonesia terangkat oleh keputusan Bank Indonesia baru-baru ini untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level saat ini untuk pertemuan keempat berturut-turut, setelah total pengurangan sebesar 150 basis poin sejak September 2024. Kepercayaan tambahan datang dari revisi positif Dana Moneter Internasional terhadap perkiraan pertumbuhan Indonesia tahun 2026 dari 4,9% menjadi 5,1%, menyoroti kekuatan permintaan domestik. Namun demikian, tingkat apresiasi dibatasi oleh kekhawatiran tentang independensi bank sentral setelah Presiden Prabowo menominasikan keponakannya untuk posisi dewan. Sementara itu, pejabat mengindikasikan bahwa masih ada potensi untuk pemotongan suku bunga tambahan, dengan proyeksi inflasi tetap dalam kisaran target 1,5% hingga 3,5% hingga 2026–2027.
FX.co ★ Rupiah Memperpanjang Tren Kemenangan saat Dolar Melemah
Rupiah Memperpanjang Tren Kemenangan saat Dolar Melemah
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading