Kontrak berjangka minyak mentah WTI naik menembus $66 per barel pada hari Rabu seiring pelaku pasar menimbang meningkatnya risiko geopolitik dengan lonjakan tajam persediaan minyak AS. Menjelang perundingan nuklir berisiko tinggi hari Kamis di Jenewa—yang akan dihadiri utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner—Presiden Trump menggunakan pidato State of the Union untuk memperingatkan akan adanya “konsekuensi yang sangat buruk” jika Iran gagal mematuhi tuntutan “zero enrichment”. Menambah ketegangan, muncul laporan bahwa Iran sedang berupaya memperoleh rudal jelajah anti-kapal buatan Tiongkok untuk menghadapi kehadiran angkatan laut AS di lepas pantainya.
Risk premium geopolitik ini tetap tinggi meskipun American Petroleum Institute melaporkan lonjakan besar persediaan minyak mentah AS sebesar 11,43 juta barel pada pekan lalu. Meskipun pasokan global saat ini melebihi permintaan, fokus pasar tertuju pada potensi gangguan di Selat Hormuz. Investor kini menanti data resmi persediaan dari EIA dan hasil perundingan diplomatik untuk menilai apakah harga dapat bertahan di level tertinggi tujuh bulan ini.