Indeks dolar melemah ke sekitar 97,5 pada hari Kamis, memperpanjang penurunan untuk sesi kedua berturut-turut seiring ketidakpastian terkait tarif AS yang melemahkan kepercayaan terhadap mata uang cadangan tersebut. Pada hari Rabu, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengindikasikan bahwa tarif untuk negara-negara tertentu bisa dinaikkan menjadi 15% atau lebih tinggi dari level 10% yang baru saja diberlakukan, tanpa memberikan rincian tambahan. Dalam pidato State of the Union, Presiden Donald Trump hanya menyampaikan komentar terbatas mengenai kebijakan perdagangan dan tidak menunjukkan niat untuk mengubah haluan, bahkan setelah Mahkamah Agung membatalkan kebijakan tarif resiprokal berskala luas yang diterapkannya.
Dari sisi kebijakan moneter, Federal Reserve secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan bulan depan. Pada saat yang sama, negosiator AS dan Iran dijadwalkan melanjutkan pembicaraan nuklir di Jenewa hari ini, yang turut berkontribusi pada sikap hati-hati pasar. Dari faktor eksternal, dolar melemah terhadap yen di tengah spekulasi bahwa Bank of Japan mungkin akan melakukan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.