Dolar Australia menguat hingga sekitar $0,713 pada hari Kamis, level tertinggi sejak awal Agustus 2022, seiring pasar semakin memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga berikutnya. Para pelaku pasar kini menilai ada probabilitas sekitar 80% bahwa Reserve Bank of Australia akan menaikkan suku bunga acuan (cash rate) dari 3,85% pada bulan Mei, setelah rilis data inflasi Januari yang lebih tinggi dari perkiraan. Saat ini pasar memperkirakan pengetatan kumulatif sekitar 40 basis poin sepanjang tahun ini, meskipun banyak analis memproyeksikan tingkat terminal sekitar 4,10%, mendekati puncak yang terjadi selama lonjakan inflasi pasca pandemi.
Sebaliknya, langkah kenaikan sedini Maret dinilai kurang mungkin, mengingat para pembuat kebijakan baru akan menerima laporan inflasi kuartal pertama secara penuh pada akhir April. Gubernur RBA Michele Bullock juga kembali menegaskan bahwa pendekatan yang sabar masih tepat dengan kondisi perekonomian yang beroperasi mendekati titik keseimbangan, sehingga membantu meredam ekspektasi terhadap siklus pengetatan yang lebih agresif. Para investor kini mengalihkan fokus ke rilis final indeks PMI manufaktur dan data PDB pekan depan untuk mendapatkan wawasan tambahan mengenai momentum ekonomi Australia.