Straits Times Index turun 0,3% ke level 4.975 pada hari Senin, memangkas kenaikan dari pekan sebelumnya dan mencerminkan pelemahan di pasar Asia lainnya di tengah memanasnya kembali ketegangan geopolitik setelah perundingan damai AS–Iran mengalami kebuntuan. Pada akhir pekan, negosiasi antara kedua pihak tersebut kandas, dan Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade angkatan laut penuh terhadap Selat Hormuz yang sangat strategis, sebuah langkah yang meningkatkan risiko munculnya kembali volatilitas di pasar global.
Terlepas dari koreksi yang relatif kecil, saham-saham di Singapura tetap tergolong tangguh: penurunan tidak sedalam di sebagian besar pasar regional, dan indeks ini masih dipandang berpotensi untuk kembali menguji rekor tertingginya. Sentimen ditopang oleh dolar Singapura yang kuat dan optimisme terhadap Equity Market Development Programme, yang diharapkan dapat menarik tambahan aliran modal ke pasar lokal.
Di level saham, penurunan tercatat pada DBS Group Holdings (-0,2%), United Overseas Bank (-0,5%), Singapore Exchange (-1,4%), dan Hongkong Land Holdings (-1,4%).