Rupiah melemah menembus level IDR 17.100 per dolar pada hari Senin, memperpanjang penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut seiring menguatnya dolar AS setelah gagalnya pembicaraan damai AS–Iran pada akhir pekan. Indikator domestik juga menegaskan tekanan yang meningkat, dengan kepercayaan konsumen pada Maret turun ke level terendah dalam lima bulan dan cadangan devisa jatuh ke titik terendah dalam hampir dua tahun.
Meskipun inflasi masih berada dalam kisaran target Bank Indonesia, volatilitas harga minyak menimbulkan risiko kenaikan, yang semakin diperburuk oleh tekanan fiskal terkait inisiatif andalan Presiden Prabowo. Menurut laporan media lokal, kenaikan biaya energi dan pelemahan rupiah mulai menggerus margin di sektor yang bergantung pada impor seperti manufaktur dan transportasi.
Memberikan sedikit penopang bagi mata uang tersebut, Bank Indonesia mengisyaratkan ruang yang terbatas untuk pemangkasan suku bunga di tengah ketidakpastian geopolitik yang meningkat. Gubernur Perry Warjiyo mengatakan kebijakan moneter sedang dikalibrasi ulang untuk memprioritaskan stabilitas dan memperkuat ketahanan terhadap guncangan global. Pelaku pasar kini memusatkan perhatian pada data penjualan ritel Februari yang dijadwalkan rilis hari ini.