BSE Sensex India turun hampir 2% ke level 76.007 pada hari Senin, menghapus kenaikan sesi sebelumnya, seiring kenaikan harga minyak yang membebani sentimen setelah pembicaraan damai AS–Iran gagal menunjukkan kemajuan. Kurangnya progres tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan global dan profitabilitas korporasi.
Negosiasi di Islamabad berakhir buntu, dan Presiden AS Trump pada hari Minggu mengatakan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memberlakukan blokade di Selat Hormuz. Langkah ini semakin meningkatkan ketegangan geopolitik dan mendorong harga minyak naik lebih tinggi.
Arus keluar portofolio asing telah mencapai $5,15 miliar sejauh ini pada April. Namun, arus masuk reksa dana saham yang kuat dari investor domestik—naik ke level tertinggi delapan bulan sebesar $4,4 miliar pada Maret—membantu membatasi penurunan pasar.
Dari sisi makroekonomi, data inflasi India untuk Maret akan dirilis hari ini, dengan konsensus ekspektasi di level 3,48%, dibandingkan 3,21% pada Februari, yang merupakan level tertinggi dalam sebelas bulan.
Secara sektoral, keuangan, teknologi, dan energy minerals memimpin pelemahan. Di antara saham yang mencatat penurunan terbesar adalah Ola Electric (-4,1%), Cochin Shipyard (-2,2%), Reliance Industries (-2,7%), dan HDFC (-2,5%).