Minyak mentah naik lebih dari 3% hingga sekitar $74 per barel pada hari Senin setelah AS melancarkan gelombang serangan lain terhadap Iran, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan di Timur Tengah. Iran mengumumkan bahwa Selat Hormuz ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut, sementara angkatan laut negara-negara Barat bersikeras bahwa jalur pelayaran vital tersebut tetap terbuka.
Presiden Donald Trump mengatakan AS kemungkinan akan mengambil alih kendali atas selat tersebut dan menuntut kompensasi atas upaya pengamanannya, meskipun ia tidak memberikan rincian tambahan. Di pihak lain, Teheran menyatakan bahwa pembicaraan untuk meredakan ketegangan masih berlanjut, bahkan ketika perjanjian damai sementara itu memasuki apa yang mereka sebut sebagai “fase krisis.”
Iran juga menargetkan sekutu-sekutu AS di seluruh kawasan, dengan Kuwait melaporkan kerusakan pada sebuah platform pengeboran lepas pantai. Pergerakan kapal tanker melalui Selat Hormuz tetap lesu, meski koridor pelayaran Oman terus beroperasi. Pada saat yang sama, OPEC memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak tahun 2026 menjadi 800.000 barel per hari.