Kontrak berjangka saham AS melemah tipis pada hari Selasa seiring investor menimbang meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah setelah Presiden Donald Trump kembali memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz. Keputusan tersebut mendorong lonjakan tajam harga minyak dan menekan pasar saham, memicu kekhawatiran bahwa bank sentral mungkin terpaksa menaikkan suku bunga untuk mengimbangi tekanan inflasi yang kembali menguat.
Pelaku pasar juga menanti rilis data inflasi utama AS dan kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres pada hari yang sama. Di sektor korporasi, laporan kinerja kuartalan dari bank-bank besar AS — termasuk JPMorgan Chase, Goldman Sachs, Bank of America, Citigroup, dan Wells Fargo — dijadwalkan dirilis hari ini.
Pada sesi reguler hari Senin, Dow Jones Industrial Average turun 0,26%, S&P 500 melemah 0,79%, dan Nasdaq Composite terkoreksi 1,55%. Emiten chip memimpin penurunan di tengah kekhawatiran berkelanjutan bahwa AI hyperscalers mungkin memangkas belanja modal untuk infrastruktur AI. Saham Micron (-4,3%), Nvidia (-3,5%), Sandisk (-12,6%), AMD (-4,2%), dan Intel (-6,1%) semuanya ditutup melemah tajam.