logo

FX.co ★ Anakemas | anakemas Trading Journal

anakemas Trading Journal

Pasangan mata uang GBP/USD saat ini sedang berada dalam fase krusial yang menentukan arah tren jangka menengah. Setelah mengalami tekanan jual yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir, Sterling mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Upaya pemulihan ini dipicu oleh pertahanan kuat di level psikologis dan teknikal yang menjadi batas bawah pergerakan harga saat ini. Pergerakan bullish yang kita lihat awal minggu ini bermula dari level support 1.34340. Area ini terbukti menjadi zona permintaan (demand zone) yang kuat, di mana para pembeli (buyers) melakukan akumulasi posisi setelah harga menyentuh titik terendah tahunan. Secara teknikal, level ini berhimpitan dengan indikator Moving Average jangka panjang yang memberikan bantalan bagi harga untuk tidak jatuh lebih dalam. Munculnya perlawanan bullish dari level ini mengindikasikan bahwa pasar masih memiliki optimisme terhadap Poundsterling, meskipun sentimen makro global sering kali berpihak pada penguatan Dollar AS (USD).

anakemas Trading Journal

Saat ini, fokus utama tertuju pada level resisten 1.35250. Berdasarkan pengamatan pada Time Frame H1 dan H4, harga sedang melakukan proses retest atau pengujian ulang pada level resisten. Kondisi H1/H4: Terlihat adanya rejection kecil yang menunjukkan kekuatan bearish mencoba menekan harga kembali ke bawah. Ini adalah fenomena wajar di mana penjual mencoba mempertahankan area resisten tersebut agar tren penurunan tidak patah. Struktur Harga: Jika harga mampu ditutup (closing candle) di atas 1.35250 pada timeframe H4, maka konfirmasi perubahan struktur pasar dari bearish menjadi bullish akan semakin valid. Berdasarkan parameter teknikal yang ada, terdapat dua skenario utama yang perlu diwaspadai oleh para pelaku pasar minggu ini: Skenario Bullish (Breakout): Apabila tekanan beli mampu mendominasi dan menembus batas resisten saat ini, maka target kenaikan selanjutnya berada pada level 1.36900. Kenaikan menuju level ini akan didorong oleh aksi short covering dari para seller yang terpaksa menutup posisi mereka. Secara fundamental, ini bisa terjadi jika data inflasi Inggris (CPI) menunjukkan angka yang lebih kuat dari ekspektasi, yang memaksa Bank of England (BoE) tetap dalam posisi hawkish. Skenario Bearish (Rejection): Sebaliknya, jika perlawanan di level 1.35250 gagal ditembus, maka GBP/USD berisiko kembali masuk ke dalam jalur penurunan. Target penurunan terdekat adalah kembali ke support 1.34560. Penembusan di bawah level ini akan membuka pintu bagi pelemahan lebih lanjut menuju level psikologis 1.34000. Meskipun teknikal menunjukkan adanya perlawanan bullish, kita tidak boleh mengabaikan rilis data ekonomi AS seperti klaim pengangguran (Jobless Claims) dan sentimen pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed. USD yang tetap tangguh sebagai aset safe haven menjadi penghalang utama bagi GBP untuk melaju lebih kencang. Pergerakan GBP/USD saat ini berada dalam fase konsolidasi di atas 1.34340 dengan hambatan utama di 1.35250. Dominasi salah satu pihak di area ini akan menentukan apakah kita akan melihat kenaikan menuju 1.36900 atau justru kembali ke 1.34560.
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Baca postingan ini di forum Buka akun trading